Pengertian F&B produk atau Kitchen Hotel…   Leave a comment

PENGERTIAN KITCHEN HOTEL Pada awalnya hotel adalah sebuah rumah biasa yang disewakan untuk penginapan. Pada masa itu hotel tidak menyediakan makan dan minum bagi para tamunya. Pendapatan utama hotel semata- mata dari penyewaan kamar. Kemudian dalam perkembangannya, untuk meningkatkan pelayanan terhadap tamu, mulailah dipikirkan pelayanan makan dan minum dengan masih tanpa mengharapkan keuntungan dari sektor layanan ini. Bersama jalannya waktu, ternyata pelayanan makan dan minum suatu hotel merupakan salah satu daya tarik bagi para tamu yang datang menginap. Untuk menarik pengunjung lebih banyak lagi maka mulailah para pengelola hotel memikirkan pengembangan dari makan dan minum ini kemudian muncul coffee shop dan snack bar di banyak hotel. Lama kelamaan pelayanan makan dan minum ini ternyata dapat menjadi sumber penghasilan tambahan dan cukup mendatangkan keuntungan bagi hotel. Para pengelola hotel kemudian mulai memberi perhatian lebih terhadap sektor ini. Mulailah dipikirkan adanya sistem pengolahan makanan dan minuman yang ahli, cara pelayanan yang professional, dan tempat makanan serta minuman diolah. Pada masa inilah muncul yang namanya dapur (kitchen) di hotel. PENGERTIAN KITCHEN HOTEL Dapur hotel merupakan salah satu bagian hotel yang tugas utamanya adalah mengolah makanan atau memproduksi makanan. Dapur hotel memegang peranan yang tidak kalah penting dengan bagian-bagian lain yang ada di hotel. Dapur hotel dibagi menjadi beberapa sub bagian yang mempunyai fungsi dan tugas sesuai dengan jenis makanan yang harus disiapkan, seperti soup,vegetable,sauce,pastry,pantry dan butcher. Dalam mengolah makanan,seorang karyawan dapur atau juru masak harus mengerti tentang kesehatan dan kebersihan,pengetahuan memasak,standar resep,standar pelayanan penggunaan alat dapur dan hal lain tentang makanan. Dengan produksi makanan yang baik maka tamu akan tetap berlangganan pada hotel itu. HUBUNGAN KITCHEN DENGAN BAGIAN-BAGIAN LAIN DI HOTEL Dalam pelaksanaan tugasny,dapur mempunyai hubungan yang erat dengan bagian-bagian lain yang ada di hotel.hubungan kerja sama yang baik antara dapur dengan bagian-bagian lain akan sangat menunjang keseluruhan hasil pekerjaan dapur demi kelancaran dan efisiensi kerja. Bagian-bagian lain yang berhubungan dengan dapur adalah restoran,stewarding,engeneering,housekeeping,front office, dan catering/banquet. Restoran Bagian ini merupakan bagian yang langsung berhubungan dengan tamu, untuk menawarkan segala hasil yang telah dibuat di dapur kepada para tamu hotel. Bagian stewarding Bagian ini membantu dapur dalam menyediakan alat-alat kebersihan. Dibagian inilah peralatan dapur dibersihkan dan dipelihara, sekaligus juga membersihkan seluruh ruangan dapur. Bagian engeneering Bagian ini merupakan bagian yang memperbaiki kerusakan-kerusakan yang terjadi pada kitchen utensils maupun kitchen equipment. Bagian housekeeping Bagian ini merupakan bagian yang mencuci pakaian seragam karyawan dapur. Bagian front office Bagian ini membantu dapur dalam memberikan informasi mengenai jumlah dan jenis tamu (VIP atau Group). Atas dasar laporan inilah dapur akan membuat perencanaan pengolahan makanan yang sesuai dengan keadaan tamu. Bagian accounting hubungan dapur dengan bagian ini terutama yang menyangkut keuangan, karena dibagian inilah hasil pemasukan dari dapur dibukukan. Selain itu,bagian ini mengeluarkan dana untuk pembelian alat-alat dapur dan bahan-bahan makanan yang dibutuhkan, serta untuk membayar upah karyawan dapur. Bagian catering/banquet Bagian ini merupakan bagian yang membantu dapur dalam hal pelayanan pesanan, baik di dalam maupun di luar hotel. Misalnya, pesanan untuk resepsi atau seminar.

Posted September 20, 2010 by yuwda in Uncategorized

Islamic Clock   Leave a comment

Posted September 8, 2010 by yuwda in Uncategorized

LAUNDRY DEPARTEMENT HOTEL   2 comments

Prosedur Laundry

Prosedur Laundry Yang Benar

A. PENGAMBILAN CUCIAN KOTOR

Pengambilan linen kotor yang baik akan bermanfaat bagi keseluruhan operasional laundry. Prosedur pengambilan sangat beragam, tergantung dari kondisi masing masing, berikut adalah beberapa contoh dari prosedur:

1. Hotel- Menghindari Penambahan Kotoran
Housekeeping attendant perlu memindahkan linen kotor dari tempat tidur/alas dan kamar mandi dan dengan seketika menempatkannya di dalam suatu keranjang linen kotor yang tersedia. Jangan melemparkannya [ke/di] atas lantai agar tidak terinjak, dan menghindari penggunaan linen kotor sebagai lap lantai, buth tub, asbak, kaca dll. Jika menemukan linen kotor yang bernoda agar dipisahkan kekantor tersendiri untuk memudahkan proses pre spoting.
Prosedur pengambilan yang salah akan meningkatkan biaya secara

B. PENGIRIMAN CUCIAN KOTOR
Metoda mengangkut linen dikotor akan tergantung pada ukuran dan jenis hotel. Kepedulian harus diambil untuk menghindari menambahkan kotoran atau merusakkan linen.

1. Membawa dengan tangan (tanpa troli), jangan sampai berlebihan, berakibat jatuh dan keinjak.

2. Troli adalah sangat umum digunakan untuk membawa cucian kotor maupun kering. Jika menggunakan alat ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain: jangan sampai berlebihan sehingga potensi jatuh kelantai dan terlindas roda troli, roda troli harus tetap terjaga kondisinya.

3. Dengan Kendaraan, ini biasanya digunakan dilaundry komersial. Hal yang penting dengan menggunakan kendaraan adalah kebersihan.

4. Cerobong (Linen chutes) digunakan baik dihotel maupun Rumah Sakit.
Hal hal yang perlu diperhatikan adalah dengan rutin melakukan pengecekan terhadap kondisi cerobong dari karat, benda tajam dan tempat jatuhnya linen agar tidak kotor.
Khusus untuk dirumah sakit untuk linen yang potensi kontaminasi tinggi agar dibungkus terlebih dahulu.

C. PENYORTIRAN / PEMISAHAN LINEN KOTOR

Linen disortir dengan tiga katagori umum:

1. Tingkat Kotoran ( Jenis)
Linen dengan tingkat kotoran yang tiggi harus dipisahkan karena memerlukan proses khusus yang panjang agar mendapatkan hasil yang optimal. Linen dengan kotoran ringan dan sedang hanya diproses dengan formula singkat
Sebagai contoh umumnya dihotel bed shhet dianggap kotoran ringan sementara pillow cases dan towel masuk katagori kotoran sedang.
Tanpa penyortiran yang baik (berdasarkan kotoran) persiapan formula pencucian akan tidak beraturan, dengan kata lain cucian dengan tingkat kotoran ringan atau sedang akan tercuci memakai formula cucian kotoran berat. Hal ini akan sangat merugikan biaya laundry secara keseluruhan dan cepat merusak kain.

2. Jenis Kain ( Serat dan warna)
Penyortiran berdasarkan jenis kain penting karena ada beberapa jenis kain yang sensitif, umumnya wool dan silk. Pencucian dengan detergen rendah dan suhu rendah akan membantu jenis kain ini awet. Dan tingkat air yang tinggi selama pencucian juga mampu menhindarkan kerusakan kain jenis ini.
Tenunan: jenis kain tenun memerlukan tingkat air yang tinggi untuk menghindari kerusakan kain jenis ini. Non alkali dan detergent yang rendah juga suhu rendah juga direkomendasikan untuk jenis ini.
Warna: Linen yang berwarna sebaiknya dipisahkan untuk menghindari kelunturan. Kecuali Linen untuk restauran karena menggunakan pemutih untuk menghilangkan noda. Sementara linen dengan multicolor (bercorak) harus dicuci dengan detergen dan suhu rendah.

3. Proses (Sesuai alat yang digunakan)

Untuk efisiensi penyortiran berdasarkan pengeringan perlu dilakukan, seperti contoh umumnya towel / handuk dikeringkan dengan drying tumbler sedangakan bed sheet dan pillow cases serta table linen (napkin & table cloth) dikerinkan dengan pressing / flatwork ironer. Berdasarkan itu semua pengelompokan harus dilakukan sehingga mendapatkan hasil yang optimal dengan tingkat efisien yang tinggi. Begitupun untuk uniform / seragam.

D. PENCUCIAN
Laundry komersil umumnya memiliki mesin berkapasitas besar dengan beragam jenis program, tetapi pada dasarnya cara kerja mesin sama yang mengacu pada tahapan proses pencucian. Tahapan tahapan tersebut antara lain:

1. Flush (Pembasahan)
Satu atau lebih pembasahan diperlukan untuk menghilangkan kotoran yang larut pada air dan membantu penyerapan chemical secara cepat keserat benang pada saat proses penyabunan berlangsung. Pembasahan umumnya memakai level air tinngi dengan kisaran waktu 2-3 menit.
Fungsi lain dari pembasahan adalah mendapatkan kenaikkan suhu sebelum proses penyabunan yang umumnya memakai suhu tinggi.

2. Washing (Penyabunan)
Tahap inil adalah tahap pencucian yang sebenarnya, tahap ini umumnya ada bahan kimia dengan suhu tinggi dan berkisar 8 – 15 menit.

3. Carryover Suds atau bisa disebut juga sebagai pembilasan awal
Step ini biasanya digunakan untuk menurunkan suhu dan kadar detergent (alkali) sebelum memasuki proses bleaching (penghilangan noda). Umumnya menggunakan level air tinggi dan 2-5 menit.

4. Bleaching
Proses ini untuk menghilangkan noda, umumnya menggunakan chemical bersifat chlorine dengan suhu antara 60 – 65 C dengan waktu 8 – 10 menit.

5. Rinse (Pembilasan) – dua atau tiga kali
Tahapan ini untuk mengurangi kadar chemical dan menurunkan suhu, 2-3 menit dengan level air yang tinggi.

6. Sour/Soft (Final Rinse)
Langkah ini adalah untuk perawatan linen dengan cara mendapatkan kadar pH yang sesuai dengan kulit manusia dan ditambahkan pelembut untuk penampilan dan rasa nyaman terhadap linen. Umumnya memkai air hangat atau dingin dengan level air menegah dan 3-5 menit.

7. Extract (Pemerasan)
Tahap ini untuk mengurangi kadar air dilinen sebelum keproses pengeringan. Umumnya membutuhkan waktu antara 2 – 12 menit tergantung jenis dan ketebalan kain.

Ada beberapa langkah tambahan sekalipun jarang dipakai seperti:

1. Break (prewash)
Pre wash (pencucian awal digunakan untuk cucian dengan tingkat kotoran lebih berat yang cenderung berminyak. Tahap ini biasanya menggunakan suhu hangat 50 – 55C dengan memakai alkali tinggi. Waktu yang biasa digunakan adalah 6 – 8 menit.

2. Intermediate Extract
Digunakan untuk mempercepat penurunan kadar chemical sehingga tidak membutuhkan pembilasan terlalu banyak. Tetapi ada hal yang perlu diperhatikan adalah mengenai suhu, jangan sampai ini membuat pengerutan dikain karena penurunan suhu terlalu cepat.

3. Starch/Sizing (Penganjian)
Langkah ini adalah untuk menambahkan suatu kanji untuk membantu mengeraskan kain agar mudah dibentuk dan licin sehinggan memudahkan dalam penyetrikaan. Umumnya tahap ini memnggunakan level air yang lebih rendah, dengan suhun memengah.
Kain yang biasa dikanji adalah napkin, table cloth dan uniform.

E. DRYING (Pengeringan)
Setelah linen dicuci lalu menuju ketahap berikutnya adalah pengeringan. Semua linen yang keluar dari proses pencucian harus dikeringkan sesuai dengan masing masing jenis pengeringan; tumbling, ironing dan pressing.
Tumbler: diperuntukkan lebih untuk mengeringkan towel / handuk. Alat ini beragam jenis dan kapasitasnya. Sumber pemanasnyapun beragam dati uap panas (steam) gas (api) atau listik heater. Bagian terpenting adalah filternya harus terjaga dari kotoran “lint” atau debu agar proses pemanasanya tetap optimal.
Tumbler yang menggunakan sumber panas dari api (LPG) harus lebih waspada karena resiko lebih besar, jika api tidak terjaga bahkan membuat linen abu abu.

F. FOLDING (Pelipatan linen bersih)

Setelah proses pengeringan maka dilanjut proses pelipatan, umumnya laundry kecil dilakukan secara manual.
Mesin pelipat otomatis juga trsedia untuk sprei dan handuk baik sekala kecil sampai besar. Keuntungnya adalah mampu mengurangi tenaga kerja sehinggan menekan biaya operasional.
Sementara pelipatan secara manual biasanya mendapatkan kualitas lipatan lebih baik dan mampu menyeleksi hasil cucian yang lebih baik karena secara detail noda yang masih tertinggal bisa segera dipisahkan.

G. STORING (Penyimpanan)

Setelah linen semua terlipat, sebagian disimpan digudang dan sebagian dipakai langsung. Umumnya 50% disimpan, 25% digunakan dan 25% diproses dilaundry. Selimut dan bed pad biasanya tidak termasuk dihitungan ini karena prosesnya sangat berbeda.
Evaluasi hasil cucian bisa dilakukan ditahapan ini, tetapi perlu hati hati karena penataan sinar lampu diruangan penyimpanan terkadang kurang bagus sehingga hasil cucian terlihat kurang bagus.
Gudang penyimpanan sebaiknya jangan tercampur dengan linen kotor karena bisa cross kontaminasi, dengan membersihkan secara rutin digudang penyimpanan dan memperhatikan sirkulasi udara sangatlah membantu untuk memdapatkan hasil yang maksimal.

H. PENGGUNAAN LINEN BERSIH

Penggunaan linen bersih sebaiknya terhindar dari penyalagunaan. Bed sheet untuk ditempat tidur, handuk juga ditempatkan dengan benar, table linen juga digunakan direstaurant dll.
Penyalagunaan linen hanya akan menimbulkan berkurangnya stok sehingga biaya akan bertambah banyak.
Dengan program pelatihan untuk penanganan linen yang benar bisa membantu mengurangi masalah penyalahgunaan linen.

drer-gas-dan-mesin-cuci-mesinlaundrycom

Posted September 8, 2010 by yuwda in Uncategorized

LINEN / UNIFORM ATTENDANT   2 comments

LINEN / UNIFORM ATTENDANT
• NAMA JABATAN : LINEN / UNIFORM ATTENDANT
• DIVISI : ROOM DIVISION
• DEPARTEMEN : HOUSEKEEPING

KEDUDUKAN DALAM ORGANISASI
Atasan langsung : HK SUPERVISOR
Bawahan Langsung : -

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
1. Melaksanakan Kebersihan, kerapian, kelengkapan dan perawatan semua Linen / Uniform Karyawan berikut administrasinya.
2. Melaksanakan tugas sebagi Order Taker atas semua permintaan tamu yang masuk ke Department Housekeeping, berikut administrasinya.
3. Merangkai bunga dan kelengkapannya.

URAIAN TUGAS
A. Tugas Pokok
1. Mengirim linen kotor dan menerima linen bersih ke/dari Laundry dan menata rapi pada temaptnya berikut perhitungan dan administrasinya.
2. Menarik, mengganti, merangkai bunga dan menempatkannya pada tempat yang diperlukan dan telah ditentukan.
3. Menjahit, memperbaiki linen atau uniform yang rusak dan merawat mesin jahit.
4. Melaporkan bila ada kejadian yang tidak semestinya.
5. Mengubah status kamar dan informasi ke FO.
6. Menerima informasi dari FO sehubungan dengan tamu, dan meneruskan ke Roomboy untuk segera di follow-up.
7. Membuat file dan mendistribusi kan kepada yang besangkutan Laporan Bulanan untuk permintaan atau pemakaian :
- Expected Arruvaks/Departures
- Guest Supplies
- Cleaning Supplies
- Paper Supplies
- Printing and Stationaries
- Miscellaneous and Other Expenses.
- Dan administrasi lainnya.
8. Menerima, mencatat, menyimpan dan mengmbalikan ke alamat tamu barang Lost and Found yang ditemukan di lingkungan area hotel, baik dari kamar tamu maupun Public Area.
9. Membuat dan melaksanakan :
- Purchase dan Store Requisition yang telah disetujui oleh atasannya untuk kebutuhan HK Dept baik untuk kelengkapan tamu, public area maupun office.
- Working Schedule untuk karyawan dan trainee yang telah disetujuan atasannya..
- Work Order bila ada kerusakan ataupun perbaikan pada kamar-kamar dan pada area berdasarkan laporan dari section-section di HK dan section atau departemen lain yang diterima.
- Inventory Linen Housekeeping and Linen FB serta rekapitulasi Lost Towel bulanan.
10. Menerima semua telepon dan pesan yang masuk kemudian menyampaikan kepada yang bersangkutan atau menulisnya di Log Book untuk segera follow-up.

B. Tugas Tambahan
1. Membina kekompakan kerja yang harmonis dan menjalin kerjasama yang baik dengan department lainnya.
2. Menciptakan dan membina suasana kerja yang sehat.
3. Membantu membina, membimbing dan mengevaluasi trainee di HK.
4. Membantu dan membimbing bila ada karyawan baru di HK.
5. Melaksanakan semua perintah atasan.

HUBUNGAN KERJA
Di dalam perusahaan :

DENGAN TUJUAN FREKUENSI

Semua department dan semua section Kelancaran operasional hotel, kenyamanan dan kepuasan tamu Setiap hari dan setiap saat

Di luar perusahaan :

DENGAN TUJUAN FREKUENSI

ASPEK PENTING DALAM JABATAN
1. Mempunyai rasa keindahan yang tinggi.
2. Mempunyai pengetahuan Higiene dan Santiasi.
3. Rajin, kreatif dan mempunyai inisiatif yang tinggi terhadap kebersihan kerapian dan keindahan.
4. Dapat bekerja sama dengan atasan dan rekan sekerja baik di dalam departmentnya sendiri maupun department lain.
5. Dapat menyimpan rahasia.

UKURAN KEBERHASILAN
1. Kepuasan tamu (zero complaint)
2. Pengiriman semua laporan tepat pada waktunya.
3. Tidak ada kekeliruan baik dalam operasional dan pelaksanaan tugas dan pekerjaannya (hasil kerjanya standard dan konsisten).
4. Rajin dan tidak pernah absent atau tukar off/shift.

Posted September 7, 2010 by yuwda in Uncategorized

Tugas dari Room boy atau Room Maid   2 comments

ROOM BOY
• NAMA JABATAN : ROOM BOY
• DIVISI : ROOM DIVISION
• DEPARTEMEN : HOUSEKEEPING

KEDUDUKAN DALAM ORGANISASI
Atasan langsung : HK SUPERVISOR
Bawahan langsung : -
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
1. Melaksanakan Kebersihan setiap kamar berikut kelengkapannya.
2. Melaksanakan keersihan Roomboy Station dan Roomboy Trolley berikut kelengkapannya.
3. Melaksanakan kebersihan setiap koridor..

URAIAN TUGAS
A. Tugas Pokok
1. Mengecek semua kamar pada permulaan shiftnya dan membuat Room Boy Sheet mengenai situasi kamar ssuai dengan kode yang telah ditentukan.
2. Mengambil linen atau towel, cleaning supplies, guest supplies dan perlengkapan atau peralatan kerja lainnya, kemudian diatur ke trolley dan lain-lain.
3. Mengontrol inventaris, kondisi kebersihan dan kelengkapan setiap kamar di flornya masing-masing.
4. Membersihkan, mengganti dan melengkapi sesuai standard :
- Bed room
- Bath room
- Furniture dan kelengkapan kamar lainnya.
5. Making bed.
6. Mengganti linen atau towel yang kotor dis etiap kamar.
7. Vacuum cleaning, mengepel lantai untuk kamar-kamar tanpa karpet.
8. Melaporkan segala kerusakan, kehilangan, kejadian yang tidak semestinya kepada FO dan HK Supervisor.
9. Menolong Valet (Laundry) untuk mengumpulkan cucian tamu yang dilaundrykan.
10. Menolong Room Service mengeluarkan piring atau alat makan yang kotor.
11. Mengembalikan linen atau towel, sisa guest supplies, cleaning supplies, cleaning equipment ke Linen Room/Roomboy Station Floor masing-masing.
12. Membersihkan atau mengatur kembali trolley.
13. Menerima atau melaksanakan perintah atasan.
14. Bekerja sama yang baik dengan rekan kerja di Department HK dan Department lainnya.

B. Tugas Tambahan
1. Membina kekompakan kerja yang harmonis dan menjalin kerjasama yang baik dengan department lainnya.
2. Menciptakan dan membina suasana kerja yang sehat.
3. Melaksanakan semua perintah atasan.
4. Menghadiri meeting atau briefing yang diselenggarakan atasannya.
HUBUNGAN KERJA
Di dalam perusahaan :

DENGAN TUJUAN FREKUENSI

FO Dept.
FB Dept.
Engineering Dept.
Laundry Section Kelancaran operasional hotel, kenyamanan dan kepuasan tamu Setiap hari dan setiap saat

Di luar perusahaan :

DENGAN TUJUAN FREKUENSI

ASPEK PENTING DALAM JABATAN
1. Mempunyai rasa keindahan yang tinggi.
2. Mempunyai pengetahuan Higiene dan Santiasi.
3. Jujur, rajin, kreatif dan mempunyai inisiatif yang tinggi terhadap kebersihan dan keindahan.
4. Dapat bekerja sama dengan atasan dan rekan sekerja baik di dalam departmentnya sendiri maupun department lainnya.

UKURAN KEBERHASILAN
1. Kepuasan tamu (zero complaint).
2. Tidak ada kekeliruan baik dalam operasional dan pelaksanaan tugas dan pekerjaannya (hasil kerjanya standard dan konsisten).
3. Rajin dan tidak pernah absent atau tukar off/shift.

PERNYATAAN BERSAMA

Bersama ini saya ROOMBOY yang bernama :
Menyatakan bahwa JOB DESCRIPTION di atas telah dijelaskan oleh Executive Housekeeper dan saya bersedia melaksanakannya serta bertanggung jawab segala masalah yang terjadi dalam pelaksanaannya.

Posted September 7, 2010 by yuwda in Uncategorized

Tugas dari Gardener hotel   Leave a comment

HUBUNGAN KERJA GARDENER
Di dalam perusahaan :

DENGAN TUJUAN FREKUENSI

HK Dept.
FB Dept.
Engineering Dept.
Dept/Section lain yang terkait – Kebersihan area parkir tamu dan taman/garder
- Kebutuhan tanaman mini garder untuk event
- Perawatan peralatan kerja gardener
- Kelancarean operasional hotel – Setiap saat

- Setiap saat diperlukan
- Setiap saat diperlukan
- Setiap saat diperlukan

Di luar perusahaan :

DENGAN TUJUAN FREKUENSI

ASPEK PENTING DALAM JABATAN
1. Mempunyai rasa keindahan yang tinggi.
2. Mempunyai pengetahuan tentang tanaman.
3. Jujur, rajin, kreatif dan mempunyai inisiatif yang tinggi terhadap kebersihan dan keindahan.
4. Dapat bekerja sama dengan atasan dan rekan sekerja baik di dalam departmentnya sendiri maupun department lainnya.

UKURAN KEBERHASILAN
1. Kepuasan tamu (zero complaint)
2. Tidak ada kekeliruan baik dalam operasional dan pelaksanaan tugas dan pekerjaannya (hasil kerjanya standard dan konsisten).
3. Rajin dan tidak pernah absent atau tukar off/shift.

PERNYATAAN BERSAMA

Bersama ini saya GARDENER, yang bernama :
Menyatakan bahwa JOB DESCRIPTION di atas telah dijelaskan oleh Executive Housekeeper dan saya bersedia melaksanakannya serta bertanggung jawab segala masalah yang terjadi dalam pelaksanaannya.

Posted September 7, 2010 by yuwda in Uncategorized

Tugas dari house man atau Public area   Leave a comment

Tugas Dan Tanggung Jawab Masing Masing Jabatan di Housekeeping Department
HOUSEMAN
• NAMA JABATAN : OFFICE BOY (UTILITY)
• DIVISI : HOUSEMAN
• DEPARTEMEN : HOUSEKEEPING

KEDUDUKAN DALAM ORGANISASI
Atasan langsung : HK SUPERVISOR

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB Houseman Section
1. Melaksanakan Kebersihan
• Setiap Office yang ada di Gedung Utility.
• Koridor dari samping Kitchen sampai depan Office Engineering.
• Ruang Makan Karyawan (EDR).
• Locker karyawan (putra dan putri).
• Area parkir kendaraan karyawan dan area parkir supplier yang datang.
• Pool Deck tempat penyimpanan kardus, koran dan barang bekas lainnya.
2. Menyiapkan air aqua galon untuk karyawan di Office lainnya dan Department Head di officenya masing-masing (di Utility).
3. Mendistribusikan setiap surat yang masuk ke department yang bersangkutan dan mengirim surat-surat keluar.

URAIAN TUGAS Houseman Section
A. Tugas Pokok
1. Membersihkan seluruh area Utility.
2. Membersihkan furniture, lantai, karpet, kaca-kaca, pintu dan bingkainya, astray di setiap meja dan standing astray yang ada di utiliti.
3. Memelihara setiap perlengkapan atau peralatan yang digunakannya untuk bekerja.
4. Membuang sampah-sampah yang ada di setiap astray dan standing astray pada tempatnya.
5. Merawat tanaman yang ditemaptkan di Utility dan membersihkannya.
6. Membersihkan area parkir baik kendaraan karyawan di depan maupun kendaraan atau mobil supplier di belakang Utility.
7. Melaporkan segala kerusakan, kehilangan, kejadian yang tidak semestinya kepada HK Supervisor atau atasannya.
8. Pada periode tertentu melaksanakan General Cleaning.
9. Merencanakan dan melaksanakan Post Control (supaya bersih dari nyamuk, lalat, tikus dan jenis serangga lainnya).
10. Menyiapkan dan menyediakan minum untuk Departemen Head dan karyawan (di Personnel Office dan EDR).
11. Mendistribusikan surat masuk ke department yang bersangkutan, dan mengirim surat keluar.
12. Menerima atau melaksanakan perintah atasan lainnya.
13. Bekerjasama yang baik dengan rekan kerja di Department HK dan Department lainnya.

B. Tugas Tambahan Houseman Section
1. Membina kekompakan kerja yang harmonis dan menjalin kerjasama yang baik dengan department lainnya.
2. Menciptakan dan membina suasana kerja yang sehat.
3. Membantu Set-up dan clear-up meja dan kursi bila ada event.
4. Melaksanakan semua perintah atasan.
5. Menghadiri meeting atau briefing yang diselenggarakan atasan- nya.

HUBUNGAN KERJA Houseman Section
Di dalam perusahaan :

DENGAN TUJUAN FREKUENSI

Semua department dan semua section Kebersihan dan keindahan seluruh area utility dan sekitarnya Setiap hari dan setiap saat

Di luar perusahaan :

DENGAN TUJUAN FREKUENSI

ASPEK PENTING DALAM JABATAN
1. Mempunyai rasa keindahan yang tinggi.
2. Mempunyai pengetahuan Higiene dan Santiasi.
3. Rajin, kreatif dan mempunyai inisiatif yang tinggi terhadap kebersihan dan keindahan.
4. Dapat bekerja sama dengan atasan dan rekan sekerja baik di dalam departmentnya sendiri maupun department lainnya.

UKURAN KEBERHASILAN
1. Seluruh lokasi yang menjadi tanggung jawabnya selalu terjaga kebersihan, kerapian dan keindahannya.
2. Tidak ada kekeliruan baik dalam operasional dan pelaksanaan tugas dan pekerjaannya (hasil kerjanya standard dan konsisten).
3. Tidak ada keterlambatan dalam pendistribusian surat masuk dan keluar.
4. Tidak ada keterlambatan penyediaan air minum untuk karyawan.
5. Rajin dan tidak pernah absent.

PERNYATAAN BERSAMA

Bersama ini saya HOUSEMAN DAN OFFICE BOY :
Menyatakan bahwa JOB DESCRIPTION di atas telah dijelaskan oleh Executive Housekeeper dan saya bersedia melaksanakannya serta bertanggung jawab segala masalah yang terjadi dalam pelaksanaannya.

Posted September 7, 2010 by yuwda in Uncategorized

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.